Thursday, December 6, 2012

NEMATODA JARINGAN



Nematoda yang penting adalah Wuchereria bancrofti, Bruia malayi, dan Brugia timori. Diagnosis ditegakan berdasarkan gejala klinis dan dipastikan denagn menemukan mikrofilariadi dalam darah, cairan hidrokel atau cairan chyuria.

WUCHERERIA BANCROFTI
Nama penyakit yang diakibatkan oleh parasit ini adalah filariasis ( wuhereriasis ) brabcrofti.

Morfologi dan daur hidup
Hidup di saluran kelenjar limfe, bentuk halus mirip benang, berwarna putih susu. Cacing betina panjangnya ( 65-100) x 0,25 mm, sedangkan cacing jantan 40 x 0,1 mm. Cacing betina mengeluarkan mikrofilaria, yang hidup di darah dan terdapat di aliran darah tepi pada waktu tertentu (periodisitas). W. Bancrofti berperiodisitas nokturna, artinya mikrofilaria hanya terdapat di dalam darah tepi pada waktu malam. Pada siang hari mikrofilaria terdapat dikapiler alat-alat dalam (paru, jantung, ginjal, dan sebagainya). Di dearah perkotaan, parasit ini ditularkan oleh nyamuk Culek quinquefasciatus. Di pedesaan vaktornya adalah nyamuk Anopheles atau Aedes. Biasanya tidak ditularkan oleh nyamuk Mensonia. Daur hidup parasit ini memerlukan waktu sangat panjang (>7 bulan). Masa pertumbuhan parasit di dalam nyamuk kurang lebih 2 minggu. Bentuk infektif wunchereraisis adalah larva stadium III pada nyamuk. Bila larva ini masuk melalui luka tusuk kedalam tubuh manusia, maka ia bersarang di saluran limfe setempat. Di dalam tubuh hospes, larva ii mengalami dua kali pergantian kulit, tumbuh menjadi larva stadiuim IV, V dan dewasa.







Gejala Klinis
Dapat dibagi dalam dua kelompok; yang disebabkan leh cacing dewasa menimbulkan limfadenitis dalam stadium akut, disusul obstruksi menahun 10-15 tahun kemudian. Perjalaan penyakit filarisis limfatik fapat dapat dibagi dalam beberapa stadium: stadium mikrofilaremia tanpa gejala klinis, stadium akut, dan stadium menahun.keliga stadium tersebut saling tumpah tindih, tanpa batas nyata. Stadium akut ditandai gjala peradangan pada saluran dan kelenjar limf (limfangitis dan limfadenitis). Gejala itu hilang timbul beberapa kali dalam setahun, dan berlangsung beberapa hari sampai satu dua minggu lamanya. Yang palinga sering dijumpai adalah peradangan pada sistem limfatik alat kelamin pria (fuuikulitis, epididimis, dan orchitis). Saluan sperma yang meradang, membengkak menyerupai tali dan sangat nyeri pada perabaan. Pada stadium menahun gejala klinis yang paling sering dijumpai adalah hidrokel; kadang-kadang limfedema dan elefaniasis yang dapat mengenai seluruh tungkai, seluruh lengan, buah zakar, payuda dan vulva. Kadang-kadang timbul chyluria.
Pengobatan dan Prognosis
Obta pilihan untuk infeksi ini adalah DEC (dietilkarbamasiin sitrat), 6 mg DEC/kg BB/hari, selama 12 hari (dibagi dalam 3 pemberian). Umumnya memerlukan cure 2-3 kali. Kemungkinan efek samping dari penggunaan obat ini adalah demam, mual, dan muntah. Kadang-kadang limfadenitis/limfangitis. Efek samping ini bersifat sementara, hilang dengan sendirinya dalam waktu 2-5 hari. Untuk mengurangi efek samping obat, DEC diberikan dosis yang lebih rendah, namun untuk waktu yang lebih lama agar dosis totalnya sama. Atau obat diberikan seminggu sekali, sebulan sekali, atau setahun sekali. Ini terutama untuk pengobatan masal. Tahap yang diobati adalah stadium mikrofilaria, stadium akut, limfedema, chyluria (kiluria) dan stadium dini elefantasis. Hidrokel dan elefantasis lanjut biasanya harus ditanggulangi dengan pembedahan. Catatan: Obat DEC tidak berkhasiat untuk pencegahan.






BRUGIA MALAYI DAN BRUGARIA TIMORI
Nama penyakit yang ditumbulkan oleh parasit ini adalah filariasis malayi dan filariasis timori. Diagnosis ditegakkan dengan menemukan mikroflariasis di darah tepi.
Morfologi dan Daur Hidup
Hidup di saluran/pembuluh limfe. Bentuknya halus seperti benang, berwarna putih susu. Cacing betina mengeluarkan mikrofilaria yang bersarung. Periodisitas mikrofilaria B. Malayi dan B. Timori adalah nukturna. B. Malayi yang hidup pada manusia ditularkan oleh nyamuk Mensoni. B. Timori ditularkan oleh nyamuk An. Barbirostris. Masa pertumbuhannya di dalam nyamuk kurang lebih 10 hari danpada manusia kurang lebih 3 bulan.
Gejala Klinis
Gejala klinis filariasis malayi sama dengan filariasis timori. Stadium akut ditandai serangan demam dan peradangan saluran dan kelenjar limfe, yang hilang timbul. Limfadenitis biasanya di daerah inguinal di satu sisi, berlangsung 2-5 hari, sembuh dengan sendirinya. Kadang-kadang berkembang menjadi bisul dan pecah menjadi ulkus. Luka perutnya menetap seumur hidup. Pada filarisis bulgaria, sistem limfe alat kelamin tidak pernah terkena (berada dengan filariasis). Limafedema biasanya hilang, namun pada serangan berulang kali, lambat tahun dapat menjadi elefantasis (hanya tungkai bawah, di bawah lutut).
Pengobatan
Hingga sekarang DEC masih merupakan obat pilihan. Dosis yang dianjurkan adalah 5 mg/kg BB/hari, selama 10 hari.mengingat kemungkinan efek samping DEC, dianjurkan dosis yang lebih kecil untuk waktu lebih lama. Perlu 2 sampai 3 kali pengobatan dengan DEC.


Tuesday, December 4, 2012

Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) part 1


A. Beberapa pengertian
1.       Keselamatan kerja
a.       American society of safety engineers : bidang kegiatan yang ditujukan untuk mencegah segala jenis kecelakaan yang ada kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja.
b.      Filosofi : suatu pemikiran dan upaya untuk keutuhan dan kesempurnaan rohaniah dan jasmaniah seorang tenaga kerja.
c.       Keilmuan : ilmu yang mempelajari upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan PAK.
d.      Modern safety management : batas-batas kecelakaan, luka, kerugian.
2.       Kecelakaan kerja
Suatu kejadian yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap tenaga kerja dan merusak harta benda.
3.       Potensi bahaya
Suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan atau kerugiaan.
4.       Resiko
Menyatakan kemungkinan terjadinya kecelakaan pada periode waktu tertentu.
5.       Insiden
Kejadian yang tidak diinginkan dapat menurunkan efisiensi proses usaha.
6.       Hamper celaka
Kejadian akibat perubahan sedikit saja kecelakaan dapat dihindari.

B. Tujuan keselamatan kerja
v  Melindungi pekerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan.
v  Menjamin keselamatan setiap orang yang ada di tempat kerja.
v  Menjaga sumber produksi terpelihara dan digunakan secara amandan efisien.

C. Jenis-jenis keselamatan kerja
v  Keselamatan kerja kebakaran
v  Keselamatan kerja mekanik
v  Keselamatan kerja bejana tekan
v  Keselamatan kerja listrik
v  Keselamatan kerja bahan berbahaya
v  Keselamatan kerja alat angkat dan angkut
v  Keselamatan kerja sector
v  Keselamatan kerja alat ringan

Hipertensi



Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur. Selain mengakibatkan angka kematian yang tinggi (high case fatality rate) juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung para penderita.

1.      Gejala
         Mekanisme Terjadinya Hipertensi Gejala-gejala hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal, dan lain-lain. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.

2.      PENYEBAB
   Berdasarkan penyebabnya, Hipertensi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
1.      Hipertensi esensial atau primer
Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat diketahui. Namun, berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer, seperti bertambahnya umur, stres psikologis, dan hereditas (keturunan). Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong Hipertensi primer sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder.


2.      Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain lain. Karena golongan terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial, maka penyelidikan dan pengobatan lebih banyak ditujukan ke penderita hipertensi esensial.
Adapun beberapa factor penyebab tekanan darah tinggi yang dapat di kendalikan dan yang tidak dapat di kendalikan. Di antaranya adalah :
a.               Keturunan
Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.
b.              Usia
Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.

c.               Garam
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.




d.             Kolesterol
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat.

e.               Rokok
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.
Berdasarkan faktor akibat Hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:
Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya
Terjadi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lanjut. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.
Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
Oleh sebab itu, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.


3.      Pencegahan
Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko Hipertensi
4.      Pengobatan
Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olah raga isotonik (spt bersepeda, jogging, aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit).
Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
  1. Pengobatan non obat (non farmakologis)
  2. Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)